Apakah Anda seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang panik karena syarat wisuda salah satunya adalah sertifikat TOEFL, tapi Anda belum sempat ikut tes? Tenang — Anda tidak sendirian. Ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia menghadapi masalah yang sama setiap tahunnya.
Jadwal tes penuh. Biaya tes mahal. Belum lagi harus belajar dulu agar skor mencukupi. Di tengah kesibukan skripsi, sidang, revisi, dan persiapan wisuda — mana ada waktu?
Kenapa Kampus Wajibkan TOEFL?
Sebagian besar perguruan tinggi negeri dan swasta menjadikan TOEFL sebagai syarat kelulusan untuk memastikan lulusannya memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar — terutama untuk membaca literatur akademik atau bersaing di dunia kerja global.
Tapi kenyataannya, banyak mahasiswa yang tidak pernah benar-benar menggunakan kemampuan TOEFL-nya setelah lulus. Yang dibutuhkan hanyalah selembar kertas resmi dengan skor yang memenuhi syarat.
TOEFL ITP vs iBT — Mana yang Dibutuhkan?
Sebelum memesan, pastikan Anda tahu jenis sertifikat apa yang diminta kampus Anda:
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program) → Digunakan untuk kebutuhan internal kampus, CPNS, atau melamar kerja dalam negeri. Skor maksimal 677. Lebih murah dan lebih mudah.
- TOEFL iBT (Internet Based Test) → Diakui secara internasional. Biasanya dibutuhkan untuk kuliah ke luar negeri. Skor maksimal 120.
💡 95% kampus di Indonesia hanya mensyaratkan TOEFL ITP — jadi pastikan Anda tidak salah pesan!